Kopka Rumman terlihat berjibaku bersama masyarakat, mengangkat material hingga menata struktur bangunan. Pemandangan tanpa sekat antara prajurit TNI dan warga ini menjadi bukti bahwa nilai gotong royong masih sangat kuat di pedesaan.
Menurut Kopka Rumman, kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan desa.
“Gotong royong ini wujud nyata kebersamaan. Kami hadir untuk membantu masyarakat membangun fasilitas umum yang nantinya menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial,” ujarnya.
Antusias warga terlihat sejak pagi. Mereka menilai kehadiran Babinsa tidak hanya menambah tenaga, tetapi juga menjadi penyemangat agar pembangunan masjid bisa selesai lebih cepat.
Bagi masyarakat, masjid memiliki peran penting tak hanya untuk ibadah, tetapi juga pusat pendidikan agama dan ruang silaturahmi. Karena itu, kolaborasi TNI dan warga dianggap sebagai bentuk nyata kebersamaan dalam membangun desa.
Di tengah derasnya modernisasi yang kadang mengikis nilai gotong royong, apa yang terjadi di Singget menjadi pengingat bahwa kearifan lokal itu masih hidup dan relevan. TNI dan masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan desa bisa dimulai dari hal-hal yang paling mendasar, salah satunya rumah ibadah.
Pembangunan Masjid Al-Muttaqin diharapkan segera rampung dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperkuat ibadah serta mempererat ukhuwah islamiyah di Desa Singget. (pw)
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar